Minggu, 06 April 2008

Lembaga Kemahasiswaan adalah miniature sebuah Negara, mempunyai daerah pemerintahan, birokrasi, serta tak lupa mahasiswa sebagai masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Sebuah Negara tak dapat besar, berkembang, tanpa masyarakat.Tak jauh beda dengan lembaga Negara, Lembaga Kemahasiswaan seharusnya secara ideal, meningkatkan perhatian kepada Tri Darma Perguruan Tinggi dengan tidak memandang sebelah mata aspirasi-aspirasi mahasiswa nonLembaga yang sepanjang ini sangat jarang diperhatikan.



Sepanjang perjalanan Lembaga Kemahasiswaan, teriakan-teriakan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, Perjuangan-perjuangan terhadap kaum yang lemah, anti birokrasi, korupsi, dan sebagainya sering kali terdengar bahkan sangat keras terdengar. Melihat hal ini, mungkin belum bisa dikatakan berhasil sepnuhnya, mengapa tidak karena lembaga kemahasiswaan sampai sekarang belum bisa melahirkan kader-kader yang siap terjun kepemerintahan untuk mengatasi apa yang selama ini diteriakkan. Teriaka- teriakan itu tidak lain hanyalah sebuah teriakan, dan hanya bisa melahirkan kader yang justru menambah penderitaan. Hanya sedikit perubahan yang bisa dilakukan, hanya pada saat menjadi mahasiswa yang bisa berteriak, dan ketika keluar dari dunia kemahasiswaan dan menduduki birokrasi, mereka hanya tinggal diam mendengar teriakan dan menjadi birokrat yang hanya bisa diteriaki. Terlau memperhatikan tanggung jawab social external, seolah-olah membuat kita lupa dengan tanggung jawab internal kepada mahasiswa nonLembaga sebagai bagian besar dari kita.



Kondisi ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi kita, dan seharusnya kita berfikir “ Apa Yang Salah dengan Lembaga Kemahasisiwaan?” Mungkin saja tubuh Lembaga Kemahasiswaan terjangkit virus yang perlu di scan atau bahkan perlu di install ulang dengan struktur, system pemerintahan Kemahasiswaan yanAAg baru dan lebih baik.

Tidak ada komentar: